Othelia
Pangeran Roberto (Pangeran dari kerajaan Denmark) PR =
baik, bijaksana, ramah(protagonist)
Luciana
(gadis biasa) LC + ilustrasi =baik, ramah(protagonist)
Putri
Ophelia (putri dari kerajaan) OP + ilustrasi =antagonist
Ratu
Gertrude (ibu Ophelia) RG + Ilustrasi =bijaksana, baik, adil, rela
berkorban(protagonist)
Claudius
(pengawal pangeran) CLS +ilustrasi = tritagonis
Desdemona (Ibu Luciana) DM + ilustrasi = tritagonist
Emilia (dayang Putri Ophelia dan selalu bersama
Ophelia.) EML + ilustrasi =antagonist
Narator + ilustrasi =tritagonis
Adegan 1
*Pada suatu hari, pangeran Roberto berjalan di sebuah hutan dekat dengan kerajaan di Denmark bersama
pengawalnya, Claudius.
PR: “(sedang berjalan)”
LC: “la la la lala…”
PR: “siapa itu?” (menuju Luciana dan memegang bahunya)
LC: “(terkejut) kamu siapa?”
PR: “Nama saya Roberto. Dan namamu?’
LC: Roberto? Apakah engkau pangeran kerajaan Denmark?
Kesenangan saya dapat bertemu dengan anda, nama saya Luciana, saya tinggal di
desa dekat hutan ini.”
PR: “iya, benar sekali, saya dalah pangeran dari kerajaan
ini”
LC, PR: (berbincang bincang sambil tertawa)
OP: “ siapa itu? Gadis desa? Mengapa dia dekat dengan
pangeranku?”(dari tadi mengintip di sebuah
pohon). Emilia, apa kau mengenal gadis itu?”
EML: “iya putri, saya mengenalnya. Ia adalah gadis desa
dekat hutan ini, ia bernama Luciana.”
OP: “hah? Gadis desa? Semua ini tidak bisa dibiarkan.
Emilia, bantu saya untuk menjauhkan dia dengan pangeran.”(sinis)
CLS: “Pangeran, saatnya kita kembali ke istana.”
PR: “Baiklah…” “luciana, bisakah kita bertemu di sini di
tempat ini?”
Luciana: “Baiklah, Roberto.”
Adegan 2
*Sesampainya di rumah, Luciana terlihat sangat senang.
DM: “Apa yang terjadi, Luciana? Kau terlihat sangat senang?”
Luciana: “Tidak kenapa-kenapa, ibunda..” (senang)
DM: “Kalau kau tidak kenapa-kenapa, kenapa kau menari ke
sana kemari sambil menyanyi?
LC: “Sebenarnya, tadi
saya bertemu dengan pangeran dan dia menyapa saya dengan ramah. Maka
dari itu saya senang.”
DM: “ jadi begitu. Terus, apa yang akan kau lakukan?”
LC: “Besok, saya akan bertemu dengannya di tempat kita
bertemu.”
DM: “baiklah, kau boleh ke hutan besok.”
LC: “terima kasih, ibunda.”
Adegan 3
*Keesokan harinya, mereka bertemu di tempat yang sama dan
waktu yang sama.
PR: “Luciana, apakah kau ingin pergi ke pesta pengangkatan
raja di kerajaanku?”
LC:” pesta? Apakah saya boleh masuk ke pesta kerajaan
seperti itu? Lagi pula saya tidak mempunyai gaun yang bagus untuk pergi ke
sana” (sedih)
EML: “Mana mungkin Luciana bisa ke pesta itu, yang bisa
masuk kan hanya bangsawan dan dayang sepertiku ini.”
LC: “Emilia, kau ini kenapa? Bukankah kita teman baik?
Mengapa kau menjadi seperti ini?”
EML: “Karena kau menyebalkan. Kau selalu mengambil sesuatu
yang seharusnya bukan milikmu.”
OP: (mendekati Luciana dan Roberto)” Benar yang dikatakan
emilia. Lagipula , kau tidak mempunyai gaun yang bagus, kau kan gadis desa.”
(sinis)
PR: “apa maksudmu, Ophelia?” (marah)
OP: “ya maksudku dia itu tidak pantas bersamamu, pangeranku.
Lagipula kita kan bangsawan, mana mungkin bisa bersama dengan orang biasa.”
PR: “putri Ophelia, saya tegaskan kembali bahwa saya tidak
menilai seseorang dari jabatan, keturunan, dan kekayaan, tetapi saya menilai
orang dari ketulusan hatinya. Maka dari itu, apapun yang terjadi, saya akan
membuat Luciana bersama denganku.”(bijaksana)
OP: (kesal dan menatap Luciana dengan sinis)
Adegan 4
*hari pesta kerajaan itupun tiba.
CLS: “Yang mulia Gertrude sudah datang…..”
GR: (berjalan menuju istana)
*para tamu yang melihat yang mulia pun menghormatinya.
PR: (menuju ratu Gertrude) “ yang mulia, kesenangan saya
bertemu dengan anda, ratu kerajaan swedia, ratu Gertrude.”
CLS: “kesenangan dan kehormatan saya serahkan kepada pangeran
Roberto dan ratu Gertrude bersama para tamu.”
GR: ‘kuterima kesenangan dan kehormatan kalian dengan
sepenuh hati.”
CLS: “Pengangkatan pangeran denmark menjadi raja akan segera
di mulai…”
PR: “mohon maaf, yang mulia. Bisakah saya meninggalkan yang
mulia sekarang?
GR: “silahkan.”
*Upacara pengangkatan raja pun dimulai dengan suasana
kejayaan menemani istana yang megah ini.
*upacarapun selesai dan Pangeran Roberto menjadi penerus
takhta kerajaan Denmark.
PR: “saya meminta maaf karena telah meninggalkan yang
mulia.”
GR: “kuterima permintaan maafmu.”
LC: (berjalan sambil melihat-lihat bersama ibunya,
Desdemona)
PR: permisi ratu. (mendekati Luciana dan membawanya ke
hadapan ratu)
PR: “Yang mulia, saya sebagai raja kerajaan Denmark ini
ingin mengkonfirmasi tentang hubungan saya dengan Luciana karena saya telah
berjanji dengan luciana setelah saya menjadi raja, saya ingin menjadikan
Luciana sebagai ratu dari kerajaan denmark, maka dari itu saya ingin yang mulia
mengetahuinya sebagai orang tua yang telah mengasuh saya setelah ayahanda dan
ibunda saya meninggalkan saya.”
GR: “Jika itu adalah jalan yang kau pilih, saya sebagai ratu
swedia dan orang tua asuhmu mengizinkan jalan yang kau pilih, pangeran atau yang
bisa saya katakana Raja Denmark, Roberto. Dan ibunda Luciana, desdemona, apakah
kau mengizinkan anakmu bersama Roberto?”
DM: “saya mengizinkannya dengan sepenuh hati saya
karena itu membuat Luciana bahagia.”
LC: “Ibu..”
GR: “baiklah, kuterima dan kuizinkan dengan sepenuh hati
saya.”
LC: “terima kasih ibunda, yang mulia Gertrude.”
PR: (tersenyum)
*putri Ophelia pun menghampiri mereka.
OP: “Apa maksudmu, ibunda? Apa kau ingin membuat anakmu ini
sedih?”
GR: “maafkan ibunda, Ophelia. Ibunda tidak bisa memaksakan
takdir kepada Roberto.”
OP: “Luciana, apakah kau benar-benar ingin bersama pangeran?
LC: (menghela nafas) “ya, putri Ophelia”
OP: “jika begitu, aku hanya perlu membunuh pangeran Roberto
agar pangeran tak bisa didapatkan oleh orang lain!” (ingin mencekik Roberto)
PR: (terkejut).
GR: (menghentikan Ophelia) “apa yang kau pikirkan, Ophelia?
Kau ingin membunuh pangeran?”
OP: “ya, aku ingin membunuhnya!” (hilang kendali)
GR: (menangis), (menghela nafas sambil tersenyum)
GR: “kalau itu keinginanmu, maka ini yang harus kulakukan.”
(menaruh tangan ohelia di lehernya)
GR: “bunuhlah aku, Ophelia. Keluarkan semua dendammu kepadaku.
Rasa bencimu, rasa kesalmu, semuanya kepadaku, Ophelia” (sambil tersenyum)\
OP: (mencekik leher ratu), “aaaaaa……!” (dendam)
GR: (tersenyum)
PR: “Apa yang kau lakukan, Ophelia. Sadarlah!” (berteriak)
OP: “apa yang kulakukan? Ibunda, bangun…..” (menyesal sambil
berteriak).
GR: “Ophelia…”
OP: “ibunda? Ibunda, maafkan aku bunda… aku hilang kendali..
bunda….” (menangis)
GR: (tersenyum) “Ophelia, bisakah kau mengabulkan permintaan
terakhir ibunda mu ini? Uhuk…..uhuk….” (sesak nafas)
OP: “apapun akan kukabulkan, ibunda. Walaupun itu harus
kehilangan harta bahkan nyawaku sendiri.”
GR: “Jangalah kau menyayangi seseorang terlalu besar karena itu
akan membawamu menjadi membencinya dan kebencian akan membawamu ke dunia yang
gelap dan kelam. Apabila kau membenci seseorang, maafkanlah dia karena hati
yang bisa memaafkan akan membawamu ke dunia yang terang dan nyaman. Maka dari
itu, Ophelia teruslah ikuti cahaya agar hidupmu bahagia….” (tersenyum)
OP: “baiklah bunda, akan ku ikuti cahaya yang kau inginkan.”
GR: (memegang Ophelia dan menutup mata dengan rasa bahagia)
*setelah ratu Gertrude meninggal dunia, Ophelia pun sadar
dan menjadi orang yang baik dan ia menjadi ratu swedia. Selain itu, pangeran
Roberto dan Luciana pun menjadi raja dan ratu di kerajaan Denmark. Semua ini
terjadi karena ratu mengorbankan nyawa dan kehidupannya yang bahagia berhenti
dan memberikan pelajaran berharga kepada kita semua. Seperti kata ratu yang
tidak akan terlupakan sebelum ia wafat yaitu.
“teruslah ikuti cahaya agar hidupmu bahagia….”